Menyusun Strategi Corporate Communication Yang Efektif

0
682
strategi bisnis

Seperti dibahas sebelumnya, departemen corporate communication bertanggung jawab melindungi sebuah perusahaan dari berbagai masalah yang terjadi (atau berpotensi terjadi) dan dapat merusak reputasi perusahaan di mata konsumen maupun investor. Permasalahan bisa muncul dari masalah yang dihadapi internal perusahaan (antara manajemen dan karyawan atau antara karyawan dengan karyawan) maupun dari luar, seperti pemberitaan media atau reaksi dari investor).

Jadi, kunci dari upaya membangun citra positif sebuah perusahaan adalah hubungan yang harmonis dan komunikasi yang efektif antara semua pihak terkait. Lalau, bagaimana cara membangun strategi corporate komunikasi yang baik dan efektif di sebuah perusahaan?  Oleh sebab itu, mulailah dengan menggunakan kata Tanya berikut:

  • What, atau alat apa yang tersedia dan bisa dimanfaatkan
  • How, bagaimana cara menggunakan alat yang tersedia
  • Who, siapa yang akan menggunakan alat komunikasi tersebut

Sepertinya, ketiga kata ini tampak sederhana, namun pemetaan sarana corporate communicatin bukanlah perkara yang mudah. Berikut adalah beberapa langkah menyusun strategi corporate communication yang disaring dari berbagai sumber.

Melakukan Analisa Lingkungan Internal

Langkah awal dalam merancang strategi komunikasi korporat adalah mengetahui kondisi internal perusahaan. Model komunikasi yang akan dibangun tentunya harus sejalan dengan kemampuan finansial, arah dan strategi pengembangan perusahaan, nilai-nilai dan budaya organisasi yang ditanamkan dalam organisasi secara keseluruhan, visi dan misi perusahaan, maupun latar belakang organisasi. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan review berkala terhadap kinerja perusahaan melalui laporan tahunan dan dokumen terkait lainnya.

Faktor lain yang perlu dianalisa adalah lokasi (apakah perusahaan berada di satu kota atau memiliki banyak cabang di beberapa kota), sistem pengiriman produk, pemasok utama, faktor demografi konsumen, komponen staf perusahaan, maupun lini manajemen. Semua faktor ini akan mempengaruhi pola dan gaya komunikasi yang akan tercipta di dalam perusahaan.

Mengidentifikasi Alat Komunikasi Yang Akan Digunakan

Langkah berikut dalam merancang strategi corporate communication adalah mengidentifikasi alat komunikasi yang efektif untuk memelihara hubungan yang harmonis antar berbagai pihak, seperti konsumen, pesaing, supplier, karyawan, subkontraktor, tenaga penjualan lepas, calon karyawan, media, lembaga pemerintah, maupun perwakilan industry. Hal ini perlu dilakukan karena sarana komunikasi yang digunakan tentunya berbeda untuk setiap audience.

Departemen Corporate Communication berperan untuk menjembatani komunikasi internal maupun eksternal. Jadi, beberapa sarana atau alat yang bisa dimanfaat untuk menjembatani komunikasi ini antara lain:

  • Sarana komunikasi internal dengan perusahaan bisa berupa Kode Etik Binis, bahan rapat atau konferensi, media pemasaran dan penjual, dokumen perundang-undangan, surat masuk dan surat keluar, visi-misi maupun logo perusahaan, dan dokumen terkait lainnya.
  • Sarana komunikasi eksternal mencakup: publikasi cetak secara berkala, leaflet, newsletter, komunikasi online, poster, materi Public Relation atau media, sertifikat, penghargaan, laporan tahunan, pidato, hasil survey, dan sebagainya.

Namun, tentunya tidak semua alat komunikasi ini berfungsi secara efektif dan digunakan pada saat yang sama. Untuk itu, diperlukan suatu riset untuk mengetahui efektivitas sarana komunikasi yang telah digunakan selama ini.

Lakukan Riset Corporate Communication

Tahap berikutnya adalah melakukan audit corporate communication yang telah diterapkan. Sebagian perusahaan mempekerjakan pihak ketiga untuk melakukan evaluasi, namun biaya mempekerjakan editor luar tentunya lebih tinggi. Pada dasarnya, audit komunikasi bisa dimulai dengan mempelajari peran masing-masing pihak serta tujuan yang ingin dicapai dengan strategi komunikasi korporat yang ada.

Untuk mengetahui efektivitas corporate communication, informasinya bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti:

  • Brainstorming dengan staf komunikasi
  • Wawancara dengan kepala departemen, CEO, maupun lini manajemen
  • Melakukan survey pasar
  • Menyelenggarakan Focus Group Discussion
  • Melakukan penelitian terhadap non-konsumen (atau calon konsumen)

Terakhir, strategi corporate communication yang telah diformulasikan tentunya akan memiliki implikasi biaya. Oleh sebab itu, faktor biaya dan jadwal kerja komunikasi korporat harus dipertimbangkan dengan matang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here