Sejarah Perusahaan Jual Beli Terbesar di Indonesia

0
120
belanja-di-tokopedia

aplikasibisnis.net – Delapan tahun dua bulan dan satu hari yang lalu, di bawah management PT. Tokopedia yang di dirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Keluarlah produk bisnis berbasis internet di Indonesia, yaitu Tokopedia.

Awal berdirinya, PT. Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari PT. Indonusa Dwitama untuk mengembangkan dan mendirikan Tokopedia.com. Tahun-tahun setelahnya, Tokpedia kembali mendapatkan investasi dana dari berbagai perusahaan.

Beberapa perusahaan yang diketahui memberikan tambahan dana untuk pengembangan dan pengelolaan Tokpedia adalah, East Ventures (2010), Cyber Agent Ventures (2011), Netprice (2012), Softbank Ventures Korea (2013).

Berjalan dengan baik selama empat tahun, Tokopedia mengejutkan dunia bisnis dengan prestasi sebagai perusahaan teknologi pertama di dunia yang mendapatakan suntikan modal sebesar USD 100 juta atau Rp 1,2 Triliun dari Sequoia Capital, SoftBank Internet and Media Inc.

Berikutnya pada tahun 2016, Tokopedia dikatakan kembali mendapatkan suntikan dana modal sebesar USD 147 juta atau Rp 1,9 Triliun. Agustus 2017, pengusaha Alibaba memberikan uang USD 1,1 Milyar kepada Tokopedia.

Tokopedia bekerja sebagai pihak ketiga yang menjadi perantara antara pedagang dan pembeli. Memiliki visi “ Membangun Indonesia yang Lebih Baik Lewat Internet “, Tokopedia membuat program khusus untuk pengusaha UMKM.

Pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) diberi kesempatan untuk mengembangangkan usaha mereka secara perseorangan di Tokopedia. Lewat Tokopedia, pengusaha UMKM dapat memasarkan produk secara online.

Illustrasi UMKM Online

Sistem pembayaran di Tokopedia disebut sebagai sistem rekening bersama atau escrow dengan Tokopedia sebagai pihak ketiga. Peran Tokopedia sebagai pihak ketiga dianggap dapat meminimalisir terjadinya penipuan baik oleh penjual atau pembeli.

Terdapat dua kategori pembayaran yang bisa dilakukan di Tokopedia, yaitu pembayaran instan dan manual. Perbedaan keduanya terletak pada verifikasi pembayaran, pembayaran manual membutuhkan verifikasi tersendiri dalam proses pembayaran.

Pada 12 November 2014, Tokopedia menggaet Chelsea Island sebagai model atau Brand Ambassador yang merepresntasikan Tokopedia. Tahun berikutnya, tepatnya 21 Oktober 2015 penyanyi Isyana Sarasvati didaulat menggantikan posisi Chelsea.

belanja-di-tokopedia
Isyana Sarasvati

Delapan tahun berdiri, Tokopedia di anugerahi beberapa penghargaan di dunia bisnis. Penghargaan pertama yaitu. Marketeers of the Year 2014 untuk sektor E-Commerce pada acara Markplus Conference 2015 yang digelar oleh Markplus Inc tanggal 11 Desember 2014.

Pada tanggal 12 Mei 2016, Tokopedia kembali mendapat penghargaan di dunia bisnis. Kali ini Tokopedia terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award 2016.

Beberapa prestasi yang di dapat Tokopedia setelah delapan tahun berdiri dan berjuang di dunia bisnis digital tentu menjadi buah manis perjuangan William Tanuwijaya. Sebagai CEO Tokopedia, William mengaku mendapat banyak tantangan dalam mendirikan Tokopedia.

William mengatakan bahwa awal berdirinya Tokopedia tak banyak dipercaya oleh pemilik modal dan orang-orang disekelilingnya. Bahkan, William merasa payah ketika tidak ada investor yang mau menyuntikan dana ke Tokopedia.

Sebelum duduk di kursi CEO Tokopedia, William sudah bekerja selama 10 tahun sebagai karyawan. Pengalamannya di bidang internetpun hanya sebatas pernah bekerja sebagai operator warnet (warung internet).

Lahir dan tumbuh di tengah keluarga yang tidak memiliki pengalaman berbisnis. Membuat impian William untuk mendirikan Tokopedia diragukan dan bahkan di anggap terlalu tinggi untuk dicapai.

Pada tahun 2007, William sempat bekerja di sebuah forum jual beli. Dalam forum tersebut, William sering mendengar keluhan konsumen mengenai penipuan pada saat transaksi. Akhirnya, William melakukan riset mengenai bisnis internet.

Menurut William, internet seharusnya menjadi tempat yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Melalui risetnya, William beranggapan bahwa masyarakat Indonesia kebanyakan membutuhkan kerja sampingan.

William akhirnya berencana untuk mendirikan perusahan seperti eBay yang dapat memberikan pelayanan jual beli. Sayangnya, William tidak memiliki cukup modal untuk mewujudkan impian mulianya tersebut.

Merasa optimis dengan bisnis yang akan ia bangun, William mencoba mencari investor untuk mendpatkan modal awal. Awalnya, William menceritakan hal tersebut kepada atasannya di tempat kerja, sayangnya atasan William masih meragukan latar belakang bisnis William.

Beruntung semangat William tidak pupus meskipun diragukan oleh banyak orang termasuk keluarganya sendiri. Selama dua tahun, William terus mencari investor yang bisa memberikan modal awal kepadanya.

Setelah dua tahun tanpa mengenal kata menyerah, William akhirnya mendapatkan modal awal dari bosnya sebesar 10 persen. Akhirnya, dengan modal seadanya, William mendirikan Tokopedia pada tahun 2009.

Meskipun pada awal berdirinya Tokopedia, 90% saham dimiliki oleh investor lokal akibat sulit mencari investor. Namun sekarang, banyak perusahaan asing yang mulai berinvestasi di Tokopedia.

William dikenal sebagai pemimpin yang memberikan perhatian tinggi terhadap pengembangan keahlian sumber daya manusia. Karenanya, William optimis dengan teknologi dan ekosistemnya dalam menghadapi persaingan.

Selama delapan tahun berdiri, Tokopedia dianggap sebagai pasar digital yang sukses membantu pengusaha UMKM mengembangkan usahanya. Tokopedia menjadi pihak ketiga yang menjembatani penjual dan pembeli.

Pada ulang tahunnya Agutus 2014, Tokopedia bahkan mendeklarasikan keberhasilannya mengirimkan 24 juta produk per tahun. Hasil tersebut melejit signifikan dari hasil penjualan tahun sebelumnya.

Berawal dari mimpi seorang anak muda yang diragukan banyak orang, Tokopedia kini menjadi sebuah roket keberhasilan bagi pemuda tersebut. Dari yang tidak diminati investor hingga kini di incar investor.

Meskipun kini banyak sekali perusahaan asing maupun lokal yang berminat menanamkan investasi di Tokopedia. Namun, William selaku CEO tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih perusahaan yang akan berinvestasi di Tokopedia.

Awal tahun 2017 bahkan Tokopedia diisukan diakusisi oleh JD.com. namun, bertepatan pada ulang tahun Tokopedia pada 17 Agustus 2017. William sebagai CEO dan pendiri menepis isu tak sedap tersebut.

William memang mengakui bahwa beberapa tahun belakangan, banyak tawaran akusisi Tokopedia. Namun, William dengan lugas menjawab bahwa ia tak pernah berpikir untuk menjual Tokopedia.

Belum puas dengan pendapatan Tokopedia hingga saat ini, William berencana untuk berguru pada Alibaba yang dianggap sebagai role model bisnit marketplace.

Memanfaatkan suntikan dana dari Alibaba, William berencana akan membangun pusat riset dan menyelenggarakan lebih banyak edukasi tentang e-commerce agar masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan e-commerce.

Menurut William, mengadakan edukasi merupakan langkah awal dari misi pemerataan ekonomi secara digital. Karenanya, William menargetkan meng-edukasi pengusaha UMKM yang belum go-digital.

Menghdapai awal yang sulit dalam mendirikan Tokopedia membuat mental William menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan. Termasuk desas desus masuknya e-commerce raksasa dari Amerika, Amazon.

Dengan optimis, William menyatakan siap menghadapi raksasa e-commerce dari Amerika tersebut. William mengatakan Tokopedia akan terus melakukan inovasi terhadap pelayanan konsumen.

Ternyata ada hal besar di balik sesuatu yang besar, tidak salah jika Presiden Soekarno menghimbau kita untuk tidak melakukan sejarah. Meskipun tidak seluruh sejarah itu menyenangkan tapi ada pelajaran yang bisa di ambil disana.

Begitu juga dengan sejarah lahirnya Tokopedia, ada pelajaran untuk tidak mudah putus asa bahkan meski keluarga kita saja tak percaya. Optimis dan terus mencoba adalah kombinasi kesuksesan Tokopedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here