8 Alasan Mengapa Aplikasi dan Bisnis Sudah Tak Terpisahkan

    0
    506
    aplikasi bisnis

    aplikasibisnis.net – Mengapa sekarang, mulai dari beberapa dasawarsa terakhir ini  bisnis semakin harus menggunakan software atau aplikasi digital? Ya, harus sudah, bukan lagi sebaiknya apalagi ‘kalau bisa’, tidak ada tendeng aling-aling lagi, sekarang bisnis wajib menggunakan aplikasi digital untuk dapat bertahan dan berkembang dalam era pasca-millenium ini, baik android/mobile apps maupun web cloud based apps. Mengapa? Langsung saja ini alasan-alasannya

    1. Aplikasi digital melakukan semua proses bisnis yang ada di perusahaan

    Bisa dikatakan semua proses bisnis dalam perusahaan ada aplikasi atau software-nya, dari finansial, logistik, Human Resource, sales, sampai proses marketing-nya menggunakan berbagai media sosial dan website perusahaan.

    Dari mulai cafe pinggir jalan untuk aplikasi kasir, perusahaan kelas menengah dalam mencatat data karyawan dari, data pribadi, absensi, cuti hingga payroll, departemen sales dalam mencatat calon pelanggan, preferensi produk atau jasa, hingga manajemen kontraknya.

    Apalagi perusahaan besar yang mampu menggunakan aplikasi sekelas SAP yang mampu mengintegrasikan seluruh proses bisnisnya dalam kerangka aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) yang utuh dan kredibel, baik secara on-premise maupun cloud-based.

    2. Streamlining dan Otomatisasi proses di berbagai lini

    Seperti poin sebelumnya, semua perusahaan sedikit banyaknya pasti menggunakan aplikasi bisnis. Pada dasarnya, memang Software atau aplikasi digital digunakan pelaku bisnis dalam semua alur proses dari input, menyimpan, memproses hingga menampilkan data yang diinginkan, namun, ada dua hal penting yang juga menjadi hasil positif dari penggunaan aplikasi bisnis, yaitu Streamlining dan otomatisasi.

    Dengan streamlining proses, tadinya apabila dibutuhkan 5 orang atau istilahnya 5 meja dalam mengurus suatu proses, dengan aplikasi bahkan bias dikurangi hingga dua atau malah 1 orang saja sudah cukup.

    Lalu otomatisasi, kini apalagi dengan kemampuan Artificial Intelligence yang semakin maju, suatu titik proses bahkan bisa dijadikan berjalan sendiri tanpa ada perlu staff atau orang yang memantau atau memonitor titik proses tersebut, karena digantikan oleh suatu program yang memang telah di berikan parameter-parameter dan pengkondisian tertentu yang dikerjakan oleh aplikasi bisnis bersangkutan.

    3. Minggir Gen-X dan gen-Y, sekarang jamannya generasi millenial menggerakan pasar

    Muda, bergaya, cerdas dan mengikuti perkembangan gadget terbaru, itulah ciri kaum millenials. Mereka yang lahir antara tahun 1985 – 1995, generasi pekerja yang menggunakan aplikasi bukan hanya untuk keperluan pribadi, seperti komunikasi “face-time”, WhatsApp, Line, dan media sosial lainnya.

    Disamping itu, berbisnis dan bekerja sudah menjadi memimpin perubahan dalam penggunaan aplikasi bisnis. Pastinya jasa kaum mereka jugalah yang semakin membuat file-sharing menjadi hal biasa, lalu mereka juga tanpa ragu menggunakan apiikasi bisnis perbankan dimana sebelumnya banyak yang ragu dan belum percaya keamanannya.

    Aplikasi e-commerce untuk belanja online seperti Tokopedia, Lazada, hingga Shopee kini sudah umum ditemukan di setiap smartphone maupun tab para pekerja maupun pelaku bisnis di Indonesia. Sebagian besar karena jasa para generasi millienial ini yang tak pernah ragu untuk mencoba aplikasi terbaru yang tersedia di google play maupun AppStore.

    Sekarang mari kita bayangkan dalam 5-10 tahun ke depan, dapat dipastikan generasi millennial akan semakin memegang peranan dalam pasar maupun sebagai pelaku bisnis.

    aplikasi bisnis

    4. Komunikasi lebih cepat dari kilat

    Waktunya quiz! Apakah barang yang dulu hampir setiap rumah ada dan sekarang sudah tidak relevan lagi? Ada banyak, dan salah satunya yang paling terlihat adalah kotak surat!.

    Mengapa? Ya, tepat sekali, kotak surat sudah tidak dibutuhkan, sekarang e-mail sudah menggantikan fungsi surat fisik, dengan kecepatan yang membuat dunia ini terasa semakin kecil, surat yang dulu perlu harian sekarang sudah dapat sampai hingga hitungan detik. Bukan hanya e-mail, kini dengan aplikasi chat dan media perpesanan instan apapun sudah dapat dikirim secara real time, dalam format teks, gambar, bahkan video.

    Komunikasi dengan kecepatan sekejap mata ini menutut pula tanggapan, respons dan jawaban atas segala informasi maupun permintaan dari pihak internal maupun eksternal perusahaan. Dan kebutuhan berkomunikasi ini sekarang hanya dapat dijawab oleh teknologi digital, dengan aplikasi chat yang sudah semakin tidak dapat dipisahkan dalam keperluan bisnis semua pelaku usaha dan bisnis.

    5. Menggilanya persaingan dan pertambahan Bisnis baru

    Persaingan memang sudah lumrah terjadi dalam bisnis apapun, namun di jaman digital dan internet ini persaingan makin terasa di semua kelas bisnis, kecil maupun besar. Data mengungkapkan hanya dua dari 5 usaha di bidang teknologi yang baru dapat bertahan lebih dari dua tahun, dan dari 10 yang bertahan tersebut hanya ada 1 yang dapat bertahan hingga tahun ke lima.

    Berbagai perusahaan retail besar dunia dari Walmart yang menutup ratusan gerai raksasa-nya, hingga perusahaan penyewaan film Blockbuster yang harus menutup ribuan cabang-nya hingga ratusan ribu karyawan-nya dirumahkan. Bagaimana di Indonesia? Iklim bisnis satu dasawarsa ini memang membuat start-up banyak tumbuh subur, dan dengan semangat luar biasa para entrepreneur ini seolah tidak pernah patah semangat untuk terus maju walaupun dengan kemungkinan berhasil 20%.

    Bisnis besar pun sangat terasa di Indonesia, dari mal-mal yang sepi pengunjung, benar memang ada mal yang ramai, namun sudah dapat ditebak hanyak mal tertentu dan itu-itu saja yang ramai, lainnya? Beberapa malah sudah seperti mal dalam adegan film zombie, gelap dan rolling door tertutup disana-sini, bahkan lokasi belanja yang dahulu ramai seperti glodok pun sudah cocok untuk dijadikan lokasi shooting film horror tersebut.

    Bagaimana dengan Sevel yang bangkrut? Berbagai analisa pembuktian dan cemooh “saya bilang juga apa” atas tutupnya ratusan cabang minimarket yang dulu pernah ramai oleh anak muda yang nongkrong tersebut sudah meramaikan berita di berbagai media. Bagaimana dengan perusahaan taksi biru berlogo burung yang diberitakan mengalami kelesuan gara-gara saingan taksi online dengan aplikasi bisnis transportasi yang hanya dalam waktu setahun meledak menjadi faktok disruptif dalam pasar?.

    Ada banyak sekali studi kasus dan kisah nyata yang membuktikan, bisnis manapun yang terlambat beraksi cepat mengambil inisiatif dalam memanfaatkan berkembangnya dunia digital internet, surfing menaiki ombak lautan aplikasi bisnis yang semakin meninggi hingga menghempas siapapun yang tidak ikut dalam kemajuan jaman generasi millennial ini.

    6. Dunia periklanan sudah berubah total

    Seperti layaknya surat fisik atau biasa disebut snail-mail, format berita juga sudah semakin bergeser kepada bentuk digital, bentuk fisik yang dicetak sudah semakin mendekati ajal. Seiring dengan perkembangan dunia informasi digital ini, jangkauan internet pun semakin luas sehingga dapat menjangkau pengguna kapan saja dan dimana saja.

    Data terakhir bahkan mengungkapkan pengguna internet sudah mencapai 140 juta orang di Indonesia, itu dapat dikatakan hampir semua orang, anak-anak hingga dewasa sudah menggunakan internet.

    Inilah juga faktor yang mentransformasi kebiasaan orang  dalam menikmati berbagai informasi baik berita hingga hiburan, dan beriringan dengan itu pula media iklan konvensional semakin ditinggalkan. Iklan koran, iklan majalah, iklan TV bahkan sampai reklame atau billboard di jalan-jalan sudah semakin sepi pembeli, kemanakah sekarang para produsen atau pengiklan berpromosi? Youtube? Facebook? Ya! Itu memang dua media di jagad internet yang paling favorit.

    Google search engine dan web-ads sekarang juga menjadi pilihan yang dipandang lebih efektif dan lebih menjangkau segmentasi target pasar yang dituju, dan bukan itu saja, beriklan di internet ini juga jauh lebih terukur dan lebih mudah dimonitor secara real time. Lalu sekarang lihatlah bisnis atau produk anda sendiri sekarang, dimana promosi yang akan dilihat calon pelanggan anda? Di media cetak? Atau muncul di dalam aplikasi yang disenangi oleh calon pelanggan anda yang hanya berjarak satu gerakkan jempol saja?

    Baca Juga : Keuntungan Membuat Aplikasi Android Hingga Manfaat Cloud Computing

    7. Business intelligence

    Business Intelligence bukan sekedar aplikasi yang mengambil begitu saja informasi dari big data. Istilah BI ini sebenarnya dapat mencakup semua praktek bisnis, aplikasi, infrastruktur, dan semua alat lain yang dapat memudahkan pengambilan keputusan maupun mencari informasi untuk meningkatkan suatu proses bisnis.

    Pada umumnya, Business Intelligence atau BI ini adalah mengenai proses menganalisa informasi dan bagaimana menyajikannya. Sebuat database menyimpan semua data dari berbagai proses bisnis dalam perusahaan, dan aplikasi BI mengubah data mentah menjadi grafik, tabel, dan laporan untuk kelak dijadikan dasar dari pengambilan keputusan.

    BI ini dapat digunakan untuk melihat semua aspek bisnis, mulai dari sales, efisiensi proses produksi manufaktur hingga bahkan mengukur performa karyawan. Dengan aplikasi BI yang tepat, dapat dipilih dari berbagai open source, aplkasi gratis, maupun kelas perusahaan besar seperti Tableau maupun Microstrategy, program atau software dapat membantu perusahaan kecil, menengah hingga besar untuk menentukan keputusan bisnis dengan mengakses dan menganalisa big data.

    Awalnya, hanya perusahaan besar yang mampu memiliki aplikasi BI karena biaya software, development, implementasi, hingga infrastruktur (server), kini bahkan perusahaan kecil dapat menggunakan aplikasi BI dengan sudah semakin banyaknya solusi aplikasi Business Intellegence Cloud-based yang menggunakan skema bisnis SaaS atau Software as a Service yang dapat dikatakan sama dengan konsep pay as you grow, atau hanya perlu biaya besar jikalau pemakaian dan bisnis anda besar juga.

    8. Teknologi aplikasi memudahkan segalanya, ya, segalanya

    Mulai dari aplikasi chatting dan video call bersama anggota keluarga yang memudahkan kita dalam mewujudkan work-life-balance, aplikasi office mobile yang membuat kita dapat melihat semua jenis dokumen kerja kapanpun kita mau dan dimanapun kita berada, sampai aplikasi yang memudahkan kita dalam mencari moda transportasi.

    Semua ada dan semua siap membantu segala kegiatan berbisnis kita. Kalau mau lebih spesifik dalam hal pekerjaan, aplikasi project management dari Trello yang kuat di tampilan ala Kanban hingga aplikasi Microsoft project itu semua jelas untuk mengikuti dan memonitor project dan tim kerja kita agar dapat menyelesaikan proyek tepat waktu. Bagaimana dengan soal keuangan, sekarang malah sudah ada istilah fintech, kategori aplikasi yang memang dibuat khusus untuk membantu segala urusan finansial, baik probadi maupun kerja atau bisnis kita.

    Nah dari 8 alasan ini, rasanya  kok makin jelas dan tidak bisa dihindari lagi, aplikasi bisnis sudah menjadi keharusan untuk jaman sekarang agar suatu bisnis dapat berjalan mengikuti perkembangan jaman, berkembang, meraih untung, dan menjadi bisnis yang memiliki keberlangsungan tinggi pastinya. Nah, tunggu apalagi, mungkin ada aplikasi yang perlu ditambahkan? Silahkan lihat bagian review aplikasi android kami, atau bisa juga pilih dari aplikasi cloud-based yang ada. Salam bisnis, selamat megaplikasikannya dalam meraih sukses anda!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here